Perkembangan Kasus Pembobolan Bank BRI Cabang Tanah Abang Di Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, Modus Pemberian Kredit Fiktif Hingga Ditaksir Mencapai Rp 300 Miliar Harus Diusut Tuntas

Ekonomi26 Dilihat

Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat (Kejari Jakpus) mengaku sudah meningkatkan status kasus Pembobolan Bank BRI Cabang Tanah Abang dengan modus Pemberian Kredit Fiktif yang ditaksir mencapai nilai Rp 300 miliar. 

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat (Kejari Jakpus), Muhammad Yusuf Putra menyampaikan, penyidik Kejaksaan sudah meningkatkan status penyelidikan kasus kredit fiktif Bank BRI Cabang Tanah Abang dengan PT Jasmina Asri Kreasi (PT JAK) itu menjadi tahap penyidikan. 

“Sudah ekspose, ditingkatkan ke tahap penyidikan,” kata Yusuf Putra, ketika dikonfirmasi, Rabu (13/01/2021). 

Sejauh ini, Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. 

Yusuf mengungkapkan, sejauh ini, pihaknya menaikkan status Kasus tersebut guna melakukan pemeriksaan lebih lanjut. 

Belum, baru ditingkatkan ke penyidikan. Masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi,” ucapnya. 

Ia mengaku, pihaknya sudah beberapa kali melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait dalam kasus tersebut. 

“Mereka sebelumnya sudah diperiksa pada tahap penyelidikan sekarang di tahap penyidikan,” ungkapnya. 

Perkembangan Kasus Pembobolan Bank BRI Cabang Tanah Abang Di Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, Modus Pemberian Kredit Fiktif Hingga Ditaksir Mencapai Rp 300 Miliar Harus Diusut Tuntas. - Foto: Para saksi korban kasus Pembobolan Bank Bank BRI Cabang Tanah Abang dengan PT Jasmina Asri Kreasi (PT JAK), usai menjalani pemeriksaan di Kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat (Kejari Jakpus).(Ist)
Perkembangan Kasus Pembobolan Bank BRI Cabang Tanah Abang Di Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, Modus Pemberian Kredit Fiktif Hingga Ditaksir Mencapai Rp 300 Miliar Harus Diusut Tuntas. – Foto: Para saksi korban kasus Pembobolan Bank Bank BRI Cabang Tanah Abang dengan PT Jasmina Asri Kreasi (PT JAK), usai menjalani pemeriksaan di Kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat (Kejari Jakpus).(Ist) 

Sementara itu, kuasa hukum dari para korban, Arthur Noija mengatakan, pihaknya masih menunggu perkembangan dari pihak kejaksaan. 

Arthur mengungkapkan, Kejari Jakarta Pusat diduga terkendala mendapatkan alat bukti rekening para korban yang ditahan oleh PT JAK. 

“Lagi diproses. Kami mau minta rekening atas nama siswa yang diblokir. Kendala kejaksaan, yang kami amati, ada kelemahan di rekening siswa tersebut. Karena rekening dipegang PT Jasmina, buktinya mereka bisa bayar pelunasan nama siswa tersebut,” ujar Arthur. 

Menurutnya, nomor-nomor rekening para korban dugaan Kasus kredit fiktif Bank BRI Cabang Tanah Abang dengan PT JAK dikuasai oleh pihak PT Jasmina Asri Kreasi. 

Ia menambahkan, para korban dalam Kasus kredit fiktif tersebut, tidak pernah diberikan buku rekening, sebab buku-buku rekening itu ditahan oleh PT Jasmina Asri Kreasi (PT JAK). 

“Makin kelihatan , penguasaan rekening yang bukan milik mereka. Malah PT Jasmina yang menguasainya,” tandasnya.(RGR)