Maraknya Penambang Liar di Konawe Sulawesi Selatan, Youth Enviroment Institute(YEI) Mendesak Kabareskrim Agus Andrianto Jangan Diam

Uncategorized30 Dilihat


SuaraOPOSISI-Puluhan mahasiswa yang mengatas namakan Youth Enviroment Institute(YEI) melakukan aksi unjuk rasa di depan kementrian ESDM dan Bareskrim polri. Aksi yang sudah dilakukan keempat kalinya ini karena adanya permasalahan di Konawe,sulawesi Selatan dan Mandailing Natal,Sumut. Jumat,19/03/21.Jakpus.

Julian selaku Ketum YEI mengatakan”kasus PLTP sonik Merapi yang telah jelas dari investigasi ini menunjukkan terjadi mal operasional oleh PT SMGP di lapangan panas bumi Sorik Marapi. Belum lagi kasus dugaan pengerusakan hutan dan penambangan liar yang terjadi di Konawe Sulawesi Selatan,yang diduga melibatkan banyak perusahaan yaitu

PT. Dwimitra Multiguna Sejahtera (DMS), PT. Binanga Hartama Raya (BHR), dan PT. Selebes Pasific Minerals (SPM)”Ucapnya.

Setelah aksi di kementerian ESDM massa aksi melakukan aksi lanjutan di Bareskrim Mabes Polri juga.

“Banyaknya kasus dugaan pengerusakan hutan dan penambangan liar yang terjadi di Konawe Sulawesi Selatan yang diduga melibatkan PT. Dwimitra Multiguna Sejahtera (DMS), PT. Binanga Hartama Raya (BHR), dan PT. Selebes Pasific Minerals (SPM) kami meminta Bapak kabareskrim Agus segera menurunkan tim untuk menindak dugaan penambang liar tersebut”ucapnya.

Julian juga menambahkan.”SegeraTangkap para petinggi perusahaan PT. Dwimitra Multiguna Sejahtera (DMS), PT. Binanga Hartama Raya (BHR), dan PT. Selebes Pasific Minerals (SPM). Atas dugaan pengerusakan Hutan Lindung (HL) dan Hutan Produksi Terbatas ( HPT) di Konawe Sulawesi Tenggara. Ujarnya

“Serta kami menuntut petinggi PT Sorik Marapi Geothrmal power (SMGP) yang telah menyebabkan 5 orang masyarakat meninggal dunia dan 15 warga lain di rawat intensif karena semburan proyek gas Geothrmal di Mandailing Natal, Sumut.”Tambahnya.

Kami youth enviroment institute (YEI) mendesak “Presiden Jokowi untuk meresuffle Menteri ESDM  Arifin Tasrif karena di nilai gagal dalam pengawasan aktivitas tambang liar dan juga insiden PLTP sonik Merapi yang mengakibatkan korban jiwa”Ujarnya.

Julian menambahkan “Sesuai visi dan misi Bapak Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Hukum harus tajam ke atas tidak tajam ke bawah, Artinya semua harus sama di mata hukum siapapun yang bersalah harus di hukum sesuai undang-undang yang berlaku,Dan kami meminta kepada bapak Kabreskrim untuk menurukan tim berantas penambang liar”Tutupnya.