Bayi Baru Lahir Sempat Diculik, Dugaan Pemalsuan, Penistaan dan Penguasaan Bukan Hak Tersistematis, Keluarga Oknum Polisi di Sumut Lakukan Kekejian Terhadap Chandra Guntur Sinaga, Pak Kapolri Listyo Sigit, Kapan Anda Akan Buktikan Penindakan Tegas Kepada Oknum-Oknum Polisi ‘Biadab’?

Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo beserta Divisi Propam Polri dan jajarannya dimohon untuk segera bertindak tegas, dengan menangkap, memecat dan menghukum oknum anggota Polisi di Polda Sumatera Utara (Polda Sumut) inisial Bripka RONS beserta keluarganya.

Alasannya, Oknum Polisi berpangkat Bripka dengan inisial RONS bersama keluarganya, telah bersengaja melakukan serangkaian dugaan penistaan, penculikan, pemalsuan, dan penguasaan yang bukan hak, kepada keluarga Chandra Guntur Sinaga di Kota Medan.

Persoalan yang dihadapinya itu telah diadukan Chandra Guntur Sinaga ke Polda Sumatera Utara, namun hingga detik ini tidak pernah ditindaklanjuti.

Pria kelahiran Medan, 02 Desember 1982 ini pun nekat ke Jakarta, untuk mengadukan nasibnya dan mencari keadilan kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, lewat Divisi Propam Polri dan Bareskrim Polri.

Sayangnya, sudah berminggu-minggu Chandra Guntur Sinaga di Jakarta dan bolak-balik menyerahkan laporan dan beserta bukti-bukti lengkap ke Mabes Polri, namun hingga saat ini belum ada kejelasan tindakan yang diambil oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan jajarannya kepada oknum Polisi dari Polda Sumut, inisial Bripka RONS itu.

“Belum ada tindak lanjut atas laporan saya di Mabes Polri. Masih menunggu sejauh mana laporan saya ditindaklanjuti,” tutur Chandra Guntur Sinaga, ketika bertemu dengan wartawan, usai bolak-balik ke Mabes Polri, di Jakarta, Rabu (03/08/2022).

Guntur pun dengan raut wajah sedih dan berbeban berat menceritakan kronologis peristiwa dugaan rangkaian perbuatan kekejian yang dilakukan oknum Bripka RONS bersama keluarganya kepada dirinya.

Chandra Guntur Sinaga menikah dengan Rumetta Hotmaria Simbolon pada tahun 2016 lalu. Seperti kebanyakan orang Batak, mereka menikah dengan pesta besar, pesta adat dan juga dihadiri keluarga besar kedua mempelai. Pada tahun 2018, mereka dikaruniai anak pertama, seorang putra yang diberi nama Gavin Sinaga.

Chandra Guntur Sinaga dan istrinya Rumetta Hotmaria Simbolon bersama keluarga kecilnya tinggal di rumah mertuanya yang bernama John Parlindungan Simbolon. Alasannya, sudah tidak ada lagi yang menanggung kebutuhan sehari-hari keluarga mertuanya, karena sudah pensiun dari pegawai Bank BRI di Medan.

Istrinya Rumetta Hotmaria Simbolon bekerja sebagai pegawai di Bank BRI di Kota Medan. Terakhir, Rumetta Hotmaria Simbolon bekerja dengan posisi Assistant di Bank BRI Cabang Iskandar Muda Unit Gatot Subroto, Medan.

Istri Chandra Gundur Sinaga, yakni Rumetta Hotmaria Simbolon adalah anak kedua dari empat bersaudara.

Anak pertama mertuanya bernama Edison Simbolon beristrikan Rina Melati Tobing, tinggal di Medan.

Anak kedua yakni Rumetta Hotmaria Simbolon bersuamikan Chandra Guntur Sinaga, tinggal di Medan.

Anak ketiga adalah Bripka Roni Marojahan Simbolon (Bripka RONS) yang merupakan anggota Polri yang bertugas di Polda Sumut. Roni beristrikan Tridiana Sari Tambunan, yang juga anggota Polri dan bertugas di Polrestabes Medan.

Anak keempat bernama Jimmy Simbolon, beristrikan Dea Manullang, dan bekerja sebagai pegawai Bank BRI di Medan.

Selama hidup dan tinggal di rumah mertuanya, Chandra Guntur Sinaga mengatakan, tidak ada persoalan atau kendala yang berarti. Mereka hidup rukun dan baik-baik saja.

Nah, berbagai peristiwa kekejian dan duka cita melanda keluarga kecil Chandra Guntur Sinaga pada tahun 2021 lalu. Tepat ketika pandemi Covid-19 sedang menggila di Kota Medan.

Pada tanggal 1 Oktober 2021, istri Chandra Guntur Sinaga yakni Rumetta Hotmaria Simbolon dilarikan ke Rumah Sakit Bunda Thamrin, Medan, untuk persalinan kelahiran anak kedua mereka.

Proses bersalin berlangsung lancar. Anak kedua mereka lahir, seorang putri yang dinamai Maria Lidya Sinaga. Kemudian, bayi mungil itu mengalami kuning, sehingga harus dirawat inap di Neonatal Intensive Care Unit (NICU).

Malang tak dapat ditolak, pada tanggal 04 Oktober 2021, Rumetta Hotmaria Simbolon, yakni istri Chandra Guntur Sinaga, divonis mengidap Covid-19 dan menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Bunda Thamrin Medan.

“Saya tidak bisa berbuat apa-apa. Takdir membuat saya harus berpisah dengan Istri tercinta. Saya masih sempat memastikan kepada pihak Rumah Sakit, apakah putri kami yang baru lahir sehat-sehat saja? Dan setelah dicek, putri kami Maria Lidya Sinaga tidak terkena Covid-19,” ungkap Chandra Guntur Sinaga.

Pada hari itu juga, jenasah Rumetta Hotmaria Simbolon, istri Chandra Guntur Sinaga, harus dikebumikan. Dengan Protokol Kesehatan (Prokes) yang sangat ketat, jenasah Rumetta Hotmaria Simbolon dikuburkan secara prosedur penanganan Covid-19 di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Covid-19 di Simalingkar B, Medan.

Istri Chandra Guntur Sinaga yakni Rumetta Hotmaria Simbolon meninggal dunia pada tanggal 04 Oktober 2021 dan dikebumikan pada hari itu juga, dan anak kedua mereka yang baru saja lahir, yakni Maria Lidya Sinaga masih masuk di Neonatal Intensive Care Unit (NICU), dan bisa pulang dari Rumah Sakit pada 07 Oktober 2021.

Keanehan terjadi. Chandra Guntur Sinaga mengungkapkan, rekan-rekan mendiang istrinya Rumetta Hotmaria Simbolon dari Bank BRI sudah datang ke rumah mertuanya pada 05 Oktober 2021.

“Tanpa sepengetahuan saya, dan tanpa konfirmasi keadaan saya, tanpa konfirmasi ke saya,” ucap Chandra Guntur Sinaga.

Memang, istrinya Rumetta Hotmaria Simbolon yang bekerja sebagai Assistant di Bank BRI Iskandar Muda (Ismu) Unit Gatot Subroto, Medan, juga mengikuti Perkumpulan Karyawan Kristen Bank BRI (PKK BRI), semacam paguyuban kekeluargaan resmi Bank BRI bagi karyawan beragama Kristen.

Anehnya, lanjut Chandra Guntur Sinaga, seorang karyawan Bank BRI bernama Holong Sinaga, yang merupakan  Ketua Perkumpulan Karyawan Kristen Bank BRI Medan (PKK BRI Medan), dan juga Kepala Bagian Kartu Kredit Bak BRI Sumut, datang ke rumah mertuanya, tanpa pemberitahuan kepada Chandra Guntur Sinaga.

“Alasannya untuk menyerahkan ‘uang duka’. Uang duka itu diserahkan kepada pihak mertua,” ujarnya.

Belakangan, lanjut Chandra, dirinya meng-cross check, uang duka yang dimaksud diberikan dalam 3 amplop kepada pihak mertua.

“PKK BRI Medan itu datang ke rumah mertua tanggal 05 Oktober 2021. Ya, sehari setelah istriku meninggal, mereka sudah datang. Istri saya meninggal dan dikuburkan secara Covid-19 pada tanggal 04 Oktober 2021. Kami pulang dari Rumah Sakit, tanggal 07 Oktober 2021. Ada apa? Aneh,” ujar Chandra Guntur Sinaga.

Setelah semua peristiwa itu, Chandra Guntur Sinaga pun berduka dan kembali ke rumah orang tuanya. Tidak mungkin lagi tinggal di rumah mertuanya.

Kemudian, pada 10 Juni 2022, bayi Maria Lidya Sinaga mengalami sakit, sehingga harus dilarikan ke Rumah Sakit. Kali ini, Chandra Guntur Sinaga membawa bayi Maria Lidya Sinaga berobat ke Rumah Sakit Elisabeth Medan.

Nah, pada tanggal 12 Juni 2022, keluarga pihak mertua mendatangi Rumah Sakit Elisabeth Medan. Ketika itu, Chandra Guntur Sinaga tengah sibuk mengurusi sejumlah administrasi asuransi kematian istrinya. Yang menjaga bayi Maria Lidya Sinaga di rumah sakit waktu itu adalah Ibunya Chandra Guntur Sinaga.

Dan pada saat itulah, bayi Maria Lidya Sinaga dibawa pulang oleh pihak keluarga mertua. Dan ditahan selama berminggu-minggu, tanpa pengasuhan dan perawatan yang memadai.

Setelah Chandra Guntur Sinaga mendatangi rumah mertuanya, dan mengancam akan melaporkan peristiwa itu, barulah bayi Maria Lidya Sinaga diserahkan kepada Chandra Guntur Sinaga.

Bayi Baru Lahir Sempat Diculik, Dugaan Pemalsuan, Penistaan dan Penguasaan Bukan Hak Tersistematis, Keluarga Oknum Polisi di Sumut Lakukan Kekejian Terhadap Chandra Guntur Sinaga, Pak Kapolri Listyo Sigit, Kapan Anda Akan Buktikan Penindakan Tegas Kepada Oknum-Oknum Polisi ‘Biadab’? – Foto: Chandra Guntur Sinaga (kaos hitam paling ujung kanan) bersama wartawan dan rekan usai berkali-kali melapor dan mendatangi Mabes Polri, di Jakarta. (Dok)
Bayi Baru Lahir Sempat Diculik, Dugaan Pemalsuan, Penistaan dan Penguasaan Bukan Hak Tersistematis, Keluarga Oknum Polisi di Sumut Lakukan Kekejian Terhadap Chandra Guntur Sinaga, Pak Kapolri Listyo Sigit, Kapan Anda Akan Buktikan Penindakan Tegas Kepada Oknum-Oknum Polisi ‘Biadab’? – Foto: Chandra Guntur Sinaga (kaos hitam paling ujung kanan) bersama wartawan dan rekan usai berkali-kali melapor dan mendatangi Mabes Polri, di Jakarta. (Dok)

Skenario Busuk Sistematis Keluarga Bripka RONS dengan Pihak BRI Medan Terbongkar

Chandra Guntur Sinaga mengungkapkan, ketentuan di Bank BRI tempat mendiang istrinya Rumetta Hotmaria Simbolon bekerja, adalah gaji masih harus ditransfer kepada keluarga karyawan, meskipun sudah meninggal dunia.

Nah, ketika Chandra Guntur Sinaga mempertanyakan soal gaji itu, Kepala Cabang BRI Iskandar Muda bernama Fandi Imawan tidak bisa menjelaskan.

Bahkan, Fandi Imawan ngacir dan tidak merespon persoalan yang dipertanyakan oleh Chandra Guntur Sinaga. Demikian juga Kepala Unit Bank BRI Medan Cabang Gatot Subroto, bernama Umar, tidak menjelaskan perihal persoalan yang ditanyakan Chandra Guntur Sinaga berkenaan dengan gaji dan insentif mendiang istrinya Rumetta Hotmaria Simbolon.

“Dugaan saya, pihak Bank BRI mendapat tekanan dari Lae Bripka RONS bersama mertua dan Lae Jimmy Simbolon yang juga bekerja di Bank BRI,” ucap Chandra Guntur Sinaga.

Soalnya, hingga kini, gaji dan insentif yang menjadi hak anaknya dari BRI tidak turun sama sekali.

Chandra Guntur Sinaga terus menelusuri dan mempertanyakan berbagai keanehan yang dialaminya.

Hingga pada saat dirinya hendak mengurus asuransi anaknya ke BRI, terbongkar bahwa semua hak dan uang milik istrinya Rumetta Hotmaria Simbolon, telah beralih ke pihak mertuanya.

“Besarnya jumlahnya keseluruhan kalau ditotal-total mencapai Rp 2 miliar,” ucap Chandra Guntur Sinaga.

Ternyata, ungkap Chandra Guntur Sinaga, Lae-nya (ipar kandung) Jimmy Simbolon yang beristrikan Dea Manullang, dimanfaatkan untuk membuat surat palsu, yakni surat palsu mengenai Ahli Waris.

Jadi, ayahnya Dea Manullang ini bernama Samrat Manullang adalah seorang anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI). Nah, menurut Chandra Guntur Sinaga, Jimmy Simbolon bersama istrinya Dea Manullang menjadikan Samrat Manullang sebagai saksi palsu dalam pembuatan Surat Ahli Waris palsu.

Juga terungkap, bahwa seorang keponakan mertua Chandra Guntur Sinaga, yang bernama Ondi Sihite yang bekerja sebagai tenaga honorer di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), diminta oleh Ibunya Ondi Sihite yakni Mama Ari Boru Tobing untuk membuat Format Surat Cerai, yaitu Surat Cerai antara Chandra Guntur Sinaga dengan Rumetta Hotmaria Simbolon.

Chandra Guntur Sinaga melanjutkan, Lurah juga berperan melakukan rangkaian kekejian terhadap dirinya. Dengan mengeluarkan Surat Cerai palsu, yang dibuat tanggal mundur sebelum kematian istri Chandra Guntur Sinaga, Rumetta Hotmaria Sinaga.

Hal itu terungkap ketika Chandra Guntur Sinaga hendak mengurus Surat Ahli Waris ke Kelurahan. Jadi, Lurah Kecamatan Medan Barat, melalui Kasi Penerangan Husni Fadli Hasibuan, mempersulit Chandra Guntur Sinaga untuk mengurus Surat Ahli Waris yang sebenarnya.

Selain dari Kelurahan, kata Chandra Guntur Sinaga, pihak Kecamatan bernama Fauzi juga diduga telah turut disuap oleh keluarga mertuanya, sehingga tidak mengeluarkan Surat Ahli Waris.

“Bisa sampai berbulan-bulan saya mengurus Surat Ahli Waris itu. Dipersulit, ya sangat dipersulit. Dan mereka takut ketahuan kalau sudah mengeluarkan surat palsu tentang Ahli Waris dan Surat Cerai saya. Makanya saya dipersulit terus,” ungkap Chandra.

Chandra mengatakan, dengan surat-surat palsu yakni Surat Cerai Palsu dan Surat Ahli Waris Palsu yang dikerjakan oleh pihak oknum Bripka RONS dan keluarganya itu, maka semua hak dan kewajiban mendiang istrinya Rumetta Hotmaria Simbolon di Bank BRI bisa dialihkan ke pihak mertua.

Persoalan ini juga sudah dilaporkan oleh Chandra Guntur Sinaga ke Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak), dan juga ke Propam Polda Sumut. Akan tetapi, laporan Chandra Guntur Sinaga tertahan dan tak digubris di Polda Sumut.

“Semua bukti-bukti dan perilaku Bripka RONS, berupa video, surat-surat, percakapan chat WA, dan semua pihak keluarganya yang terlibat, bersama pihak BRI, pihak kelurahan, pihak kecamatan, ada, dan sudah saya serahkan ke Propam Polda Sumut, dan juga ke Propam Polri di Jakarta,” jelas Chandra Guntur Sinaga.

Karena itu, Chandra Guntur Sinaga memohon, agar keadilan dan nama baiknya dipulihkan, serta semua pihak yang terlibat, terutama oknum Bripka RONS dan keluarganya, juga pihak Bank Rakyat Indonesia (BRI), pihak kelurahan, pihak kecamatan, segera diproses hukum.

“Kembalikan hak-hak kami, berikan kami keadilan. Ini teramat pedih. Kami dinistakan, dan diperlakukan dengan semena-mena. Pak Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dan jajarannya, jika masih bisa dipercaya oleh masyarakat, mohon segera tindak lanjuti dan usut tuntas laporan saya,” pinta Chandra Guntur Sinaga.***