PW HIMMAH DKI : Meminta Agar Kapolri Segera Menonaktifkan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Fadil Imran Dinilai Ada Hubungan Khusus Dengan Ferdy Sambo

Hukum109 Dilihat

Jakarta – Sahala Pohan yang merupakan Ketua Pimpinan Wilayah Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH) DKI Jakarta menilai desakan kelompok (organisasi) maupun masyarakat agar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga ikut menonaktifkan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran sangat wajar.

Diketahui bahwa sebelumnya Kapolda Metro Jaya itu sempat berpelukan dengan otak dan dalang pembunuhan Brigadir J, yakni mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo dikantornya. Kita menilai dengan berpelukannya mereka, apalagi kejadian tersebut di wilayah kerja Polda Metro Jaya tentu dugaan kita, Pak Fadil Imran tahu dong bagaimana kejadian sesungguhnya.

“Kapolda sempat bertemu cipika-cipiki dengan Ferdy Sambo. Kita sebagai agen of change dan social control hingga publik masih penasaran dan bertanya-tanya soal kejadian itu,” ucap sahala. Jakarta,15/8/2022.

Selain itu, pernyataan Irwasum Polri Komjen Agung Budi Maryoto yang mengatakan ada keterlibatan 7 anak buah Kapolda yang mengikuti skenario Ferdy Sambo juga jadi pemicu. Jadi, desakan publik itu merupakan efek nyata setelah Kapolri menyebut Presiden Jokowi meminta dirinya mengusut tuntas dan tegas dalam menangani kasus tersebut,”Ujarnya.

Kita ketahui bahwa adahan Presiden Republik Indonesia “Ya sejak awal kan saya sampaikan, sejak awal kan saya sampaikan, usut tuntas. Jangan ragu-ragu. Jangan ada yg ditutup- tutupi. Ungkap kebenaran apa adanya , ungkap kebenaran apa adanya,”Dan juga Sahala, menilai bahwa desakan publik mengenai hal tersebut merupakan efek dari pernyataan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang mengatakan bahwa dirinya akan mengusut tuntas kasus tersebut tanpa pandang bulu.

Oleh sebab itu pihaknya dari PW HIMMAH DKI Jakarta meminta “agar Pak Kapolri segera memanggil, memeriksa dan menonaktifkan Kapolda Metro Jaya. Jangan sempat masyarakat yang mengasumsikan bahwa Fadil Imran dilindungi Kapolri,” Kita yakin dengan demikian, citra Polri dimata rakyat akan lebih baik, dan dinilai bersungguh-sungguh dan tidak setengah hati terkait pengusutan kasus kematian Brigadir J itu.

Di akhir pernyataan PW HIMMAH DKI Sangat Mengafresiasi Polri dengan tim khusus patut diapresiasi. Walau butuh waktu 1 bulan, setidaknya bisa membuka tabir pelan-pelan yang melibatkan para petinggi Polri ikut terlibat sebanyak 31 anggota yang melanggar etik ditindak tegas. Ini juga bisa menjadi entry point bagi Polri untuk membersihkan anasir-anasir jahat dalam tubuh Polri,” Tutupnya.